Sabtu, 19 Oktober 2013

19-10-2013 sedikit lega rasanya.........

Hei bloggers sudah lama tidak menulis disini, apa kabar? Semoga baik-baik saja :) aku juga baik koo *penting jg dong ya*
Aku membawa berita yang mencenangkan nih. Berita pengalaman dan keberanian yang mungkin dari 10 perempuan hanya 3 yang mempunyai itu. Apa yaa kira-kira? Dibaca sampe akhir yaah.
19-10-13
Awalnya iseng-iseng untuk menelpon dia malam-malam seperti ini, tapi karena desakan teman-teman akhirnya kita setuju untuk menghubunginya. Dering pertama 'tut tuuut tuuut' deg-degan rasanya menelpon dia yg telah lama sekali tidak mendengar suaranya.
Akhirnya di angkat juga, teman-temanku sih yang banyak mengobrol maklum mereka berteman sejak kelas 10 SMA.
Bercengkarama mengingat masa SMA mereka yang seru, lucu, dan banyak pengalaman yang menarik. Selalu saja aku yang kena batunya mereka vercanda hingga 'mengejekku' (dibaca:ngasih tau dia kalo aku suka). Jujur lucu sangat tadi, aku yang menelepon tapi mereka yang berkomunikasi. Maklum dengar suara dia saja aku tak mampu berkata-kata.
Dulu sewaktu sekolah dasar aku dikenalkan oleh teman MDA (madrasah) dengan seseorang. Gendut, item, sombong, sekilas yang kulihat. Bagaimana aku mau, toh aku menyukai temenku yang wajahnya tentu lebih tampan dari teman yg diperkenalkan dgnku. Ingin rasanya berteriak "aku menyukaimu,bukan dia" ah tapi percuma dia hanya menganggapku sebagai musuh.
SMP ku tidak bareng dengan dia cinta pertamaku, lucu yah masa remaja ababil gitu...
Tapi mereka tetap berteman dan bersahabat dan tetap satu sekolah.
Tak pernah bertemu, apalagi dgn cinta monyet itu. Dan pada masuk SMA aku melihat sosok lelaki yang tak asing lagi. Gendut, item, gayanya yang sok A6 itu yg mengingatkanku pada teman cinta monyetku. Oalah ternyata dia, tapi kecewa juga ko sohibnya ga ikut bareng yah masuk kesini.. hmmmmm gumamku
Kelas 10 bisa bernafas lega tidak bertemu orang itu, dan aku berharap jangan, dan tuhan mengabulkannya.
Kelas 11, melihat kertas absen yang ditempel pada tiap -tiap pintu kelas dan ternyata torengtorengtoreng ada nama dia!!!!! Entah apa yang aku perbuat jika di atau bahwa aku pernah kenal sebelumnya. Ternyata zonk!!! Dia tdk mengenalku! Syukurlah....
Satu tahun berlalu bersama-sama menjadi teman bahkan sahabat, tp ada apa denganku?! Rasa yg berbeda dari setiap ku melihatnya. Deg deg deg ya begitulah sura degup jantung yang entah apa artinya. Sejak itulah aku mulai tertarik padanya. Mungkin karena aku baru dekat jadi tau dia sebenarnya atau..... entahlah.
Aku pun mengobrol dengan dia walaupun sedikit demi sedikit ku ajak ngobrol becanda dan mengingat masa SMA bersama dia 1 tahun itu.
Entah apa yang aku lakukan, sadar atau tidak aku mulai berani mengatakan sesuatu yang mungkin membuat laki-laki heran kepadaku ya sedikit gombal gitu ngobrolnya.  Mengalir dan pada akhirnya aku "kenapa ga sekarang aja jujur?" "Berani mi berani!!"
Tanpa ragu aku bilang padanya "aku mau jujur" teman-teman shock mendengar kalimat itu. Memang teman-temanku tahu bahwa aku menyukai dia sejak lama, toh ini jg ide mereka untuk bisa menelpon dia membuat aku senang.
"Jujur? Jangan sekarang" jawab dia
"Oh jadi gaboleh?"
"Saran siapa timingnya pas?"
Semakin aku tak mengerti...
"Aku cuma mengumpulkan keberanian untuk jujur sama kamu"
"Oh yasudah silahkan" singkat dia
"Aku sayang sama kamu, aku suka sama kamu sejak dulu. Mungkin aku gaberani waktu itu karena kamu telah menyukai perempuan yang tipe km banget sholeha."
"Iya makanya kamu harus lebih berusaha lagi" jawab dia
Deg apa maksudnyaa????
"Aku cuma mau jujur sama kamu, aku ga butuh jawaban."
"Iyah, kamu cuma melepaskan beban yang kamu selama ini pendam."
"Jangan seperti ini lagi, kuatkan prinsip. Lihat tujuan kamu jangan keoada satu arah saja seperti ini, katanya mahasiswa. Berarti harus lebih ngerti kan belajar filsafat juga."
"Iya.." jawabku singkat
"Km udah tahu kan prinsip aku, terlalu jahat kalo aku bilang stop untuk kamu menyukaiku."
Sumpah egois, bukan itu yang aku maksud! *gerutuku dalam hati*
"Setelah ini kamu bakal menemukan pengalaman baru yang menguatkan kamu"
"Iyah. Makasih ya"
"Iya makasih juga"
"Makasih apa?!" Teriak temanku
"Makasih atas semuanya. Makasih udah jujur."
"Ambigu iih!!!" Temanku menyela
"Kan mancing-mancing niih" jawab dia
"Kalo mau dijelasin juga 700 episode gabakal kelar" jelas dia.
"Yaudah. Udah ko cuma mau jujur aja. Maaf kalo udah ganggu" sela ku
"Engga ko" jawabnya
"Makasih. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam"
*tuuttuuuutttuuuuttuuu*
Aku matikan handphoneku tak tahu harus ngomong apa, apa yang aku perbuat? Entah bagaimana jika kita bertemu suatu saat nanti? Ah menangis terlebih dahulu...
Dan malam ini juga aku merasakan sedikit lega......